Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Veteriner Pasti Bisa

Sabtu, 24 Juli 2010


Dunia veteriner ?? sebuah kata yang dulunya sangat asing di mata masyarakat, seseorang yang mengambil profesi sebagai dokter hewan dianggap oleh sebagian kalangan masyarakat sebagai profesi yang tidak menjanjikan tidak bisa membawa perubahan kepada kehidupan orang orang yang mengambil profesi tersebut, terutama bila dilihat dari segi penghasilan dan ekonomi seorang yang memegang gelar SKH atau drH.

Namun apakah hal hal seperti ini sampai saat ini masih sama??
sebuah pertanyaan yang sangat bagus ,orang orang kebanyakan kuliah untuk mengejar gelar seorang Insinyur , sarjana Hukum, sarjana pendidikan, Dokter Umum, Dokter spesialis, dan lain sebagainya.
Tetapi untuk melirik sebuah jurusan yakni veterinery medicine atau kedokteran hewan dimata sebagian orang masih sangat sulit untuk dilakukan ,bukan karena tidak mampu tetapi karena tidak mau.

Hal itu semua tidak bisa disalahkan karena orang awam pada umumnya selalu mengeluarkan pertanyaan "Memangnya kalau jadi dokter hewan mau kerja dimana????"
Seekor ayam yang sakit tidak akan mungkin dibawa ke seorang dokter hewan ,lebih baik biarkan saja mati ..
Itulah beberapa pendapat orang mengenai profesi sebagai seorang dokter hewan.Tetapi, saat ini kita akan melihat apakah profesi seorang dokter hewan sebegitu tidak berarti.
Universitas di indonesia yang membuka FKH (Fakultas Kedokteran Hewan) antara lain Unair Surabaya, UGM Yogyakarta, IPB, Universitas Syah Kuala Aceh, Udayana Bali, Universitas Brawijaya (UB) Malang,
yang pertama kita akan membahas apa sih kodekteran hewan itu ???????

Kedokteran hewan adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu kedokteran, diagnosis, dan terapi pada hewan. Ilmu kedokteran hewan sangat penting untuk melindungi hewan, kesehatan hewan, dan memantau penyebaran penyakit, terutama yang dapat menular antara hewan dan manusia.

Kedokteran hewan secara tidak langsung adalah kedokterna manusia kuno. Namun, belakangan ini, kedokteran hewan berkembang begitu pesat dan kompleks. Proses diagnosis dan terapi dikembangkan untuk banyak spesies hewan. Hewan, pada masa kini, dapat diberi perawatan medis lanjut dan pemeriksaan gigi. Perawatan medis seperti manusia pun termasuk, seperti terapi penyuntikkan insulin pada anjing atau kucing yang menderita diabetes, perawatan katarak, dan penggunaan alat pacu jantung.

Ilmu kedokteran hewan sudah mencapai pada tahap spesialisasi. Di Amerika Serikat, Asosiasi Kedokteran Hewan Amerika (AVMA) menetapkan berbagai cabang spesialisasi seperti anestesiologi, perilaku, dermatologi, perawatan darurat, penyakit dalam, kardiologi, onkologi, neurologi, radiologi, dan bedah. Untuk menjadi spesialis, seseorang harus menyelesaikan pendidikan kedokteran hewan dasar, kemudian mengikuti masa residensi.

Kedokteran hewan juga penting dalam memantau kualitas, banyaknya, dan keamanan dari makanan manusia yang banyak berasal dari hewan, seperti susu dan daging.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

1 komentar:

Sumbawa Veteriner mengatakan...

mantap gannnn.............

Posting Komentar